Home

Riset Berita Disharmoni Syamsul-Gatot Di Harian Analisa, Waspada, SIB, Sumut Pos, Seputar Indonesia dan Tribun Medan Edisi 08 Februari-15 Maret 2011

Oleh: Pemilianna Pardede, Analis Media KIPPAS

Frame Analisa: Gatot dan Syamsul jauhkan Sikap Emosional  

             Harian Analisa memuat isu disharmoni Syamsul-Gatot pada edisi, 10 Februari 2011 dengan judul, Gubsu dan Wagubsu diminta Kedepankan Kepentingan Rakyat Sumatera Utara. Berita ini tidak banyak membahas tentang disharmoni Syamsul-Gatot tapi lebih fokus kepada nasib masyarakat yang menjadi korban dari isu ketidakharmonisan tersebut. Kita akan melihat bagaimana kasus  ini di frame oleh Analisa.

Problem Identification

            Harian Analisa mengidentifikasi kasus disharmoni ini sebagai pertikaian politik antara Syamsul dan Gatot.Penilaian didasarkan Analisa pada kondisi pemerintahan di Sumatera Utara, dimana belakangan ini penempatan pejabat eselon di lingkungan pemprovsu terkesan transaksional, emosional dan kedekatan semata dan tidak berdasarkan merrit sistem. Pandangan Analisa, pengangkatan pejabat tanpa menggunakan merrit sistem adalah persoalan politik yang serius antara dua pemimpin tersebut.Pengangkatan pejabat tanpa merrit sistem bisa merusak tatanan dan sistem pemerintahan yang baik dilingkungan pemprovsu. Kondisi ini berdampak pada pelayanan publik yang akan diterima masyarakat Sumatera Utara.Untuk menguatkan pandangannya, sebagai kasus pertikaian politik, Analisa hanya menghadirkan tiga narasumber yang semuanya berasal dari partai Demokrat yaitu Sekretaris fraksi partai Demokrat DPRDSU, Drs.Jamaluddin Hasibuan, Tahan Manahan serta Bendahara  Partai Demokrat Hj, Nurhasanah S.Sos. Narasumber ini  dipilih sebagai pihak yang layak mengomentari kasus disharmoni tersebut.

 

No Judul Berita Isi Berita/wawancara Sumber Berita
1 Gubsu Dan Wagubsu Diminta Kedepankan  Kepentingan Rakyat Sumatera Utara. Wawancara Analisa dengan tiga orang narasumber dari Partai Demokrat terkait dengan situasi dan kondisi pemerintahan di Sumatera Utara khususnya pengangkatan pejabat eselon dan kepala BUMD di Sumut Sekretaris Fraksi partai Demokrat DPRDSU, Drs.Jamaluddin Hasibuan dan anggota Fraksi Partai Demokrat, Tahan Manahan Serta Bendahara  Partai Demokrat Hj, Nurhasanah S.Sos

 

Causal Interpretation: Dalam keseluruhan berita yang dibangun Analisa, Syamsul Arifin dan Gatot Pudjo Nugroho sama-sama dinilai sebagai (aktor), penyebab masalah.Kedua pemimpin Sumut ini dinilai sebagai penyebab terjadi kekacuan pengangkatan dan penempatan jabatan di Pemprovsu. Menurut Analisa, awal masalah bukan pada Gatot atau Syamsul tapi pada kedua pejabat tersebut. Hal ini terlihat sebagai berikut.

Buruknya pengangkatan pejabat dilingkungan Pemprovsu saat ini kemungkinan tidak terlepas dari adanya disharmonisasi antara Gubernur dan Wakil Gubernur. Untuk itu kita berharap kepada kedua pimpinan dilingkungan pemprovsu tersebut, agar menjauhkan sikap emosionalnya masing-masing. (Sekretaris Fraksi partai Demokrat DPRDSU, Drs. Jamaluddin  Hasibuan)

Dari kutipan diatas, kelihatan faktor penyebab buruknya penempatan pejabat di Pemprovsu adalah Syamsul dan Gatot.Bukan hanya pejabat pemprovsu, ketidak akuran keduanya juga berpengaruh pada pengangkatan pejabat lainnya seperti kepala  BUMD. Karena itu Analisa meminta Gubsu dan Wagubsu memberikan perhatian serius dalam memilih pejabat khususnya dijajaran jabatan strategis.Penempatan pejabat yang salah dilingkungan jabatan strategis bersikap fatal bagi pembangunan Sumatera Utara. Hal itu terlihat dalam kutipan berikut:

“Gubsu dan Wagubsu agar menyikapi dan memperhatikan jabatan strategis di BUMD Pemprovsu. Pengangkatan pejabat BUMD tersebut harus berdasarkan pertimbangan yang matang, dan diyakini mampu melaksanakan tugasnya. Ini diperlukan agar BUMD atau tata lingkungan Pemprovsu benar-benar baik, profesional dan bisa berdayaguna bagi pembangunan Sumut kedepannya“

Karena keduanya sebagai pihak yang sama-sama bersalah, sebagai solusinya, Analisa meminta campur tangan Mendagri untuk bersikap tegas terhadap mereka serta menyikapi buruknya sistem perintahan dan pengangkatan pejabat eselon dilingkungan pemprovsu. Menurut Analisa,  Medagri  dianggap lebih berwenang untuk melakukan hal tersebut. Pertikaian politik Syamsul-Gatot dapat menghambar roda pembangunan di Sumut. Seperti kutipan berikut:

“Kita meminta Mendagri turun tangan mengambil sikap tegas terhadap kondisi di pemerintahan Sumatera Utara. Sebab terjadinya disharmonisasi antara Gubsu dan Wagubsu tersebut bisa menghambat roda pembangunan dan merusak tatanan pemerintahan”

Moral Evaluation: penilaian atas Syamsul dan Gatot sebagai sumber masalah tidak secara jelas disebutkan oleh harian Analisa.Analisa hanya menyebutkan keduanya harus menjauhkan sikap emosionalnya masing-masing.Walaupun tidak secara tegas disebutkan, namun dari kalimat ini terkesan Gatot dan Syamsul tidak saling mengalah, tetapi mempertahankan  egonya masing-masing. Sehingga dalam menetapkan para pejabat di pemprovsu keduanya tidak saling berkomunikasi dan berdiskusi.

Treatmen Recommedation: Atas semua peran Syamsul dan Gatot yang tidak bekerjasama dalam mengatasi permasalahan di pemprovsu, Analisa merekomendasikan agar  menteri Dalam negeri (mendagri) mengambil sikap tegas dan segera turun tangan untuk mengatasi masalah pemerintahan yang stagnan saat ini.

 Frame: kasus Disaharmoni adalah perseteruan  politik


Problem Identification Perseteruan Politik Syamsul-Gatot
Causal Interpretation Gatot dan Syamsul adalah awal konflik

 

Moral Evaluation Gatot dan Syamsul tidak menjalankan tugas sebagai pemimpin birokrasi dengan baik
Treatmen Recommendation Mendagri harus turun tangan dan bersikap tegas kepada Syamsul dan Gatot untuk menyelesaikan permasalahan pemerintahan di Pemprovsu

 bersambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s