Home

Hasil-hasil Penelitian

 * Frekuensi dan Posisi Berita

 Hasil riset memperlihatkan dalam rentang waktu pemberitaan yang diteliti ada sebanyak 109 item berita yang diproduksi oleh kedua surat kabar. Harian Sinar Indonesia Baru menjadi surat kabar yang paling banyak memberitakan isu Protap dengan 61 berita (55,96%) dan Waspada sebanyak 48 berita (44,03). Dari 61 berita yang diproduksi Sinar Indonesia Baru, semuanya diletakkan di halaman 1 dengan rincian 7 berita diposisikan sebagai berita headline (HL), sedangkan 54 berita lagi sebagai berita biasa.

Sedangkan Waspada menempatkan 16 beritanya dihalaman 1, dimana 6 berita headline (HL) dan 10 berita bukan headline. Sedangkan 32 berita lainnya ditempatkan dihalaman dalam.

Dilihat dari posisi dan penempatan berita, isu pembentukan Protap merupakan isu penting bagi kedua surat kabar ini. Bagi Sinar Indonesia Baru, isu protap terlihat lebih penting dibandingkan Waspada. Hal ini berhubungan dengan “kepentingan“ sejumlah redaksi surat kabar ini yang ikut terlibat dalam kepanitiaan Protap.Alhasil semua berita tentang Protap selalu ditempatkan di halaman 1. (lihat tabel 1) 

 Tabel 1

Frekuensi dan Posisi Berita

No.

Posisi berita

Waspada

Sinar Indonesia Baru

Total

1

Halaman 1, headline

6

7

14

2

Halaman 1, tidak headline

10

54

63

3

Halaman  dalam

32

 

32

 

Jumlah

48

61

109

 * Dominasi Narasumber

Waspada pilih Ormas Islam, Sinar Indonesia Baru Pilih tokoh Agama Kristen

             Media memiliki fungsi penting dalam penguasaan wacana masyarakat, karena itu nada atau kecenderungan media sangat penting. Karena kecenderungan dan keberpihakan suatu media akan mempengaruhi persepsi masyarakat tentang suatu masalah, bahkan sengaja atau tidak, media bisa digunakan untuk menguasai masyarakat  dengan wacana tertentu melalui informasi[1] dengan begitu, prinsip ke mandirian yang ditujukan melalui pilihan berita[2] secara seimbang dan objektif menjadi ukuran independensinya dalam pemberitaan.

Dari 109 item berita yang diproduksi oleh kedua surat kabar, terdapat 193 narasumber yang ditampilkan oleh kedua surat kabar.

Sinar Indonesia Baru yang cenderung mendukung pembentukan Protap, memilih tokoh agama Kristen sebagai narasumber utama. Hal ini terkait dengan segmen pasar yang dituju mayoritas adalah orang Batak dan beragama Kristen. Pernyataan atau pendapat dari kalangan tokoh agama juga sering dipersepsikan sebagai sesuatu yang benar dan menjadi acuan bagi masyarakat dalam bertindak.

Dari total 109 narasumber SIB, pendapat atau pernyataan tokoh agama Kristen ditampilkan sebanyak 19 kali (17,43%); menyusul pejabat kepolisian sebanyak 16 kali (14, 67%) dan anggota DPR RI sebanyak 13 kali (11,92 %). Hal yang tidak jauh berbeda juga dilakukan Waspada. Dari 84 pemunculan nara sumber berita, 28  kali (33,3%) adalah  pendapat pengurus ormas-ormas Islam, menyusul tokoh-tokoh Agama Islam dan Partai politik masing-masing sebanyak 9 kali (9,57%) dan di posisi ketiga adalah narasumber dari kalangan anggota DPRD Sumut/Medan. Sama halnya dengan Sinar Indonesia Baru, Waspada juga memilih kelompok agama sebagai narasumber utama. Salah satu alasannya adalah mayoritas pembaca harian ini adalah umat muslim.

Tokoh-tokoh agama Kristen yang dipilih Sinar Indonesia Baru sebagai narasumber diantaranya adalah para pimpinan pusat gereja-geraja yang masuk dalam keanggotaan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) misalnya Bishop (Ketua) dan Sekretaris Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), Ephorus (Ketua) dan Sekretaris Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS), Ephorus (Ketua) dan Sekretaris Huria Kristen Indonesia (HKI), Bishop (Ketua) Huria Kristen Indonesia Protestan (HKIP), Wakil Ketua Majelis Pekerja Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) Sumut-NAD, dan Ketua Umum PGI Sumut. 

Sedangkan dari Waspada, pengurus-pengurus ormas Islam dan tokoh agama Islam yang dipilih sebagai narasumber antara lain: Ketua Majelis Kerjasama Pakpak Islam, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Sibolga, Komandan Badan Koordinasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI), Koordinator Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ketua MUI Medan dan lain-lain.(Lihat tabel 2)

           Tabel 2. Narasumber Berita

N = 193

 

No

Sumber Berita

Waspada

Sinar Indonesia Baru

Total

F

%

F

%

F

%

  1.  
Militer/TNI

2

2,38

2

1,83

4

2,07

  1.  
Kepolisian/Polri

3

3,57

16

14,67

19

9,84

  1.  
Pemerintah Pusat (eksekutif)

2

2,38

4

3,66

6

3,10

  1.  
Pemerintah daerah (eksekutif)

0

0

5

4,58

5

2,59

  1.  
 Anggota DPR RI (Legislatif Pusat)

0

0

13

11,92

13

6,73

  1.  
Partai Politik

9

10,71

9

8,25

18

9,32

  1.  
Anggota DPRD (legislatif daerah)

8

9,52

9

8,25

17

8,80

  1.  
Praktisi Hukum

0

0

2

1,83

2

1,03

  1.  
Profesional

0

0

2

1,83

2

1,03

  1.  
Intelektual

3

3,5

3

2,75

6

3,10

  1.  
Mahasiswa Islam

3

3,57

0

0

3

1,55

  1.  
Tokoh Masyarakat Islam

4

4,76

0

0

4

2,07

  1.  
Tokoh Masyarakat Kristen

0

0

2

1,83

2

1,03

  1.  
Tokoh Agama Islam

9

10,71

3

2,75

12

6,21

  1.  
Tokoh Agama Kristen

1

1,19

19

17,43

20

10.36

  1.  
Tokoh LSM

1

1,19

1

0,91

2

1,03

  1.  
Organisasi masyarakat Umum

2

2,38

11

10,03

13

6,73

  1.  
Ormas Kristen

0

0

1

0,91

1

0,51

  1.  
Ormas Islam

28

33,3

1

0,91

29

15.02

  1.  
Tokoh Pemuda Islam

4

4,76

0

0

4

2,07

  1.  
Keluarga

1

1,19

0

0

1

0,51

  1.  
Pengamat Politik

1

1,19

0

0

1

0,51

  1.  
Pengamat Sosial

2

2,38

1

0,91

3

1,55

  1.  
Sekuriti DPRDSU

1

1,19

1

0,91

2

1,03

  1.  
Kutipan siaran Pers

0

0

1

0,91

1

0,51

  1.  
Anggota DPD

0

0

1

0,91

1

0,51

  1.  
Panitia Protap

0

0

2

1,83

2

1,03

 

Jumlah

84

100

109

100

193

100

Catatan: Kategori narasumber bisa  lebih dari satu orang dalam satu berita

 


[1] Melvin L. De Fleur dan Sandra Ball-Rokeach,  dalam Pantau edisi 8 Maret 2000 hal 33

[2] Lihat dalam riset ”Keraguan Media Dalam Kasus Aceh” dalam Pantau edisi 8Maret 2000 hal 33

 

(BERSAMBUNG)

2 thoughts on “PERANG PROTAP DI SINAR INDONESIA BARU DAN WASPADA (Bag-3)

  1. Selamat dan sukses buat SIB dan Waspada Karena jika kedua koran tersebut dibaca maka kita akan cerdas. Tapi kalau satu koran saja dibaca maka hasilnya kita tambah bodoh. Jadi bagi pembaca yang mau berita obyektif dan mencerdaskan ttg issu protap maka harus baca kedua koran tersebut sekaligus.
    Yang penting tetap damai dan berkompetisi secara bijaksana. Horas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s