Home

harian Medan Bisnis

Daerah 17-04-2009

*mas khairani
                                Ada perbedaan dfoto-blog-kippasari hasil riset rating televisi antara yang dilakukan lembaga riset AC Nielsen dengan hasil riset rating publik tentang mutu siaran televisi yang digelar Yayasan SET yang bekerjasama dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Yayasan TIFA. Di antara lima besar mata acara yang paling digemari pemirsa versi rating televisi, tidak ada yang masuk dalam kategori acara bermutu rating publik, kecuali sinetron Cinta Fitri SCTV.

Hasil penelitian yang melibatkan responden sebanyak 220 orang dari 11 kota besar Indonesia ini, diungkapkan Koordinator Yayasan SET, Gunawan Wiranto, dalam seminar Rating Publik III bertajuk menuju televisi ramah keluarga. Pelenggara seminar tersebut adalah Kajian Informasi, Pendidikan Penerbitan Sumatera (KIPPAS) bekerjasama dengan Yayasan SET, IJTI, dan Yayasan TIFA pada Kamis (16/4) di Jalan T Amir Hamzah Medan.

Hasil rating publik juga mengungkapkan program-program acara televisi terburuk. Sinetron Muslimah dari Indosiar merupakan acara pilihan publik yang dianggap bermutu paling buruk. Sedangkan acara terburuk kedua, Suami-Suami Takut Istri (Trans TV), di susul FTV Drama Indosiar, Bukan 4 Mata Trans 7, serta Dangsut Mania Dadakan 4 TPI pada posisi terburuk ke-5.

Program Reality Show yang dinilai sangat baik, Jika Aku Menjadi (Trans TV) memperoleh persentase sebesar 51,40% meski pada rating televisi, acara ini hanya memperoleh 4,9 saja. Justru, Happy Family Me Vs Mom di televisi yang sama pada rating televisi memperoleh 6,8, hanya mendapat respon 16,80%. Sedangkan Reality Show tidak bermutu pilihan responden adalah Termehek-Mehek juga dari Trans TV.

Pilihan siaran anak paling bermutu jatuh kepada tayangan Si Bolang (Trans 7). Menyusul Laptop si Unyil (Trans 7), Surat Sahabat (Trans TV), Jalan Sesama (Trans 7), serta Dora The Explorer (Global TV) pada posisi ke lima terbaik. Sementara, program yang dianggap paling tidak bermutu, Crayon Sinchan (RCTI). Lalu, Naruto (Indosiar), Bibi si Penyihir Cilik (TPI), Power Rangers (Indosiar), dan Tom & Jerry (Trans 7).

Menanggapi hasil riset tersebut rating publik tersebut, Direktur KIPPAS, J Anto, menyimpulkan, program acara televisi selama ini ternyata tidak dijadikan sebagai sumber pembelajaran (perilaku) bagi publik. Sebab, 48,2% responden memberikan penilaian sangat buruk dan 37,3% memberikan penilaian biasa saja terhadap variabel model perilaku yang baik.  Dia juga menanggapi ucapan Ketua IJTI, Imam Wahyudi – juga narasumber pada seminar tersebut – yang menyatakan, jika ingin siaran bermutu, tonton saja televisi berlangganan.

Menurutnya, siaran televisi menyangkut kepentingan publik dan mutunya harus diperhatikan meski pemirsa tidak harus membayar.  Dalam pandangannya, rating murni ala rating televisi hanya berguna untuk kepentingan pihak industri. Sebab, pihak industri televisi ingin mengetahui seberapa banyak pemirsa yang menikmati satu mata acara untuk mendatangkan pemasang iklan sebanyak-banyaknya.

 

2 thoughts on “Suami-Suami Takut Istri Paling Buruk

  1. SAya benci TRANS TV karena dia menayangkan film suami-suami takut istri yang sangat RASIS sekali mungkin produsernya punya masalah ya sama orang padang atau sirik jadi dia menstreotypkan orang PADANG pelit. emang tuh orangt dari suku apa sih emang sering nyumbang apa ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s