Home

Medan, (Analisa)

Jurnalis merupakan bagian penting dalam penegakan hak asasi manusia (HAM) dan demokratisasi. Namun tidak mudah bagi jurnalis untuk melakukan tugas itu sebab hal itu akan melibatkan banyak kepentingan.

Hal ini dikatakan48.jpg Pilot Officer Program HAM Uni Eropa Wahyu Handoyo dalam sambutannya dalam Peluncuran Buku ‘Meretas Jurnalisme Damai di Aceh’, Selasa (18/12) di Restoran Lembur Kuring Jalan T Amir Hamzah.

Walaupun tantangan yang dihadapi jurnalis sangat kompleks namun kata Wahyu, jurnalis khususnya yang berada di Aceh harus berusaha menegakan HAM dan demokratisasi.

“Karena itu upaya yang dilakukan Yayasan Kajian Informasi Pendidikan dan Penerbitan Sumatera (KIPPAS) dengan melakukan pelatihan-pelatihan terhadap jurnalis khususnya di Aceh yang kemudian hasilnya dijadikan buku ini sangat penting,” ujarnya.

Dijelaskannya pula bahwa buku ini merupakan salah satu produk dari proyek KIP PAS bertema Building Capacity for Jaournalist Professionalism at the Beginning of the reconciliation Process in Aceh yang didanai melalui program European Intitiative for Democracy and Human Rights (EIDHR) mikro proyek bertema Campaign 2: Foresting a Culture of Human Rights.

Berguna

Sebelumnya Pembina Yayasan KIP PAS yang juga mantan Ketua PWI Cabang Sumut M Yazid mengatakan buku ini sangat berguna bagi wartawan muda khususnya dalam menghadapi situasi konflik.

“Para wartawan bisa belajar bagaimana wartawan di Aceh itu mengalami situasi yang sangat sulit. Situasi bisa mengubah kita,” ujarnya

Yazid juga mengatakan, peran wartawan itu sangat penting dalam konflik. “Wartawan bisa menyejukkan atau menghebohkan situasi,” ujarnya.

Maka di sini katanya, sangat dituntut kesadaran dari parawartawan itu bagaimana membuat konflik menjadi lebih sejuk bukan sebaliknya.

Terakhir ia mengatakan, tugas wartawan itu di Aceh tidak hanya sebatas saat konflik namun pasca konflik juga sangat dibutuhkan. Buku ini membahas perspektif jurnalisme damai dari sisi pengalaman empiris sekaligus teknik-teknik yang berguna bagi jurnalisuntuk menerapkannya di lapangan.

Uraian mengenai latar belakang integrasi damai di Aceh dan bahasan mengenai kasus-kasus yang terjadi di berbagai kawasan konflik turut memperkaya ulasan buku ini.

Sementara itu Direktur KIPPAS J Anto menjelaskan, buku yang diterbitkan atas kerjasama dengan Yayasan Obor Indonesia ini akan dibedah di Aceh awal tahun depan. (rrs)

 Sumber: Harian Analisa, Rabu, 19 Desember 2007

2 thoughts on “Jurnalis Bagian Penting dalam Penegakan HAM dan Demokratisasi

  1. saya peminat tentang media, saat ini berdomisili di propinsi bengkulu. karena tertarik dengan buku-buku yang diterbitkan kipass saya pernah mencoba nitip dengan temen yg di jakarta ternyata ngak dapat. jadi bagaimana ya cara agar saya bisa dapetin buku terbitan KIPPASS.. makasih sebelumnya

  2. Soal buku-buku KIPPAS, memang hanya ada 2-3 buah yang didistribusikan secara luas (via Penerbit LP3Y, Obor dan LKis), sisanya didistribusikan secara terbatas. Buku-buku tersebut dijual dengan harga yang sangat terjangkau, karena misinya memang ingin berpartisipasi dalam rangka membangun masyarakat sadar media.

    Untuk memperoleh buku-buku KIPPAS, sepanjang yang masih ada stoknya, silakan hubungi bagian sekretariat c.q. Deli Nora atau kirim email ke: delianorakippas@yahoo.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s