Home

 

Oleh: Ashadi Siregar

Direktur Eksekutif LP3Y Yogyakarta  

(1)

 

Media massa memiliki dua wajah, sebagai institusi bisnis dan institusi sosial. Kedua sifat institusional ini membawa implikasi dalam orientasi keberadaannya. Sebagai institusi bisnis media massa sama halnya dengan setiap korporasi, yaitu menjalankan operasinya dengan orientasi ke dalam (inward looking), untuk kepentingan sendiri. Sedang dalam menjalankan fungsi sebagai institusi sosial, berorientasi ke luar (outward looking) untuk kepentingan masyarakat.

 

Pertentangan dua wajah ini menjadi perdebatan yang kunjung usai, menandai keberadaan media dalam masyarakat. Sementara ke dalam pertentangan orientasi ini membawa implikasi terhadap opersi kerja kaum jurnalis. Di satu pihak, dari dalam, jurnalis yang dituntut untuk menghasilkan informasi untuk memenuhi orientasi bisnis, pada pihak lain, dari luar, ada harapan agar menjalankan fungsi sosial. Sehingga media dan jurnalis berada di antara dua dunia, sebagai pekerja dalam konteks institusi bisnis ataukah sebagai pelaku profesi yang menjalankan fungsi sosial.

 

(2)

Fungsi institusi bisnis media massa pada dasarnya merupakan dialektika antara ranah (domain) pendanaan (3C: capital, cost, calculating) sebagai faktor utama yang menggerakan proses produksi dan pemasaran (marketing). Dialektika inilah yang melahirkan pola komodifikasi media massa dalam masyarakat. komodifikasi media dapat dilihat pada media penyiaran (broadcasting) yang diwujudkan melalui produk berupa program siaran sementara komoditas berupa jam siaran, sedang pada media cetak produk adalah item informasi, sedang barang cetakan sebagai komoditas.

 

Ranah produksi dan pemasaran merupakan penggerak dari setiap korporasi. Jika dilihat dari dikhotomi pola kerja, produksi diurus oleh pekerja kreatif antara lain kreator, programmer, dan jurnalis. Dengan kata lain, ranah produksi menghasikan produk dan komoditas. Kemudian komoditas dijual oleh pekerja pemasaran. Teorinya, dikhotomi ini berjalan paralel untuk kepentingan korporasi. Tetapi sering terjadi dikhotomis dalam perebutan dominasi orientasi. Apakah ranah produksi merancang produksi kemudian membentuk pasar (market) yang berkeinginan terhadap produk (product oriented), atau sebaliknya ranah pemasaran mengidentifikasi pasar (market oriented) untuk komoditasnya untuk kemudian ranah produksi menciptakan produk yang sesuai dengan pasar tersebut. Ini merupakan problem klasik dari bisnis media massa. diatas interaksi produksi dan pemasaran itu, dalam konteks orientasi yang bersifat inward looking suatu korporasi, pemasaran lebih sering mendominasi seluruh proses bisnis, sebab faktor “3C” selamanya berpihak pada ranah ini.

 

(3)

Sebagai institusi sosial, media massa menjalankan fungsi penyampaian informasi baik bersifat faktual maupun fiksional, untuk memenuhi kepentingan pragnatis sosial dan psikhis warga masyarakat. Fungsi ini bersifat imperatif sebagai kewajiban dalam memenuhi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi kebenaran (thruhness) dalam konteks kehidupan publik berdimensi politik, ekonomi dan sosial, dan informasi estetis untuk mengisi kehidupan publik secara kultural. Fungsi imperatif ini dipandang bersifat standar, dari sini keberadaan institusional media massa dilihat bersifat respirokal, di satu sisi menjalankan fungsi-fungsi sosialnya yang bersifat imperatif yaitu menyampaikan produk informasi kepada khalayak. Pada sisi lain, informasi yang disampaikan media massa akan bersifat fungsional manakala dapat memenuhi motif pragmatis sosial khalayaknya. Dengan motif pragmatif sosial, warga masyarakat menjadikan informasi publik dari media massa sebagai refrensi dan dasar alam pikirannya dalam memperoses diri dalam dalam institusi politik, ekonomi dan kultural. Ini bisa disebut sebagai pemenuhan hak untuk mengetahui (right to know).

 

Keberadaan dan peranan warga dalam institusi politik, ekonomi dan kultural ini biasa disebut sebagai kehidupan di ruang publik (public sphere) menentukan sifat, kualitas dan kuantitas informasi publik yang diperlukannya. Tingkat keterlibatan seseorang di ruang publik akan menentukan motivasinya terhadap informasi publik. Ini dapat juga dipenuhi oleh informasi hiburan yang membawa khalayak pada keterlibatan dalam kehidupan publik konteks kultural. Fungsi hiburan dari informasi media massa semacam ini tetap sebagai pemenuhan fungsi institusi sosial, yang dapat dibedakan dari informasi hiburan yang hanya berfungsi untuk memenuhi motivasi pragmatis pskhis. Dengan kata lain, fungsi sosial media massa membawa khalayak ke dalam proses obyektifikasi, sementara fungsi psikhis mengembangkan proses subyektifikasi.

 

(4)

Dari dua tipologi ekstrim orientasi media massa ini dikenal pula dua landasan berpikir, pertama dari modal ke profit, dan kedua dari fungsi sosial ke benefit. Profit dan benefit mengandung makna dan orientasi yang berbeda. Profit bersifat inward looking dari konsumen untuk kepentingan modal, sedang benefit bersifat outward looking dari fungsi sosial ke kepentingan khalayak. Kata kunci disini adalah konsumen dalam konteks ekonomi, khalayak dalam konteks sosial.

 

Ukuran dalam menilai hak konsumen adalah dari kerugian ekonomis yang alaminya manakala produk media yang dibelinya tidak sesuai dengan kesepakatan. Dalam berurusan dengan korporasi penghasil produk media sulit menetapkan kesepakatan dimaksud, berbeda dengan produk industrial umumnya. Sedang sebagai khalayak, kerugian atas haknya bersifat sosial. Karenaya ukuran yang digunakan adalah sejauh mana suatu media menjalankan fungsinya, dengan melihat apakah ada kekuasaan yang mendominasi kehidupan intelektual khalayak. Kerugian khalayak adalah jika media menjadi penyalur kekuasaan, sehingga khalayak tidak mendapat informasi yang obyektif dan seimbnag karena media lebih memberi tempat kepada kekuasaan. (Bersambung)

* Makalah disampaikan dalam Seminar dan Lokakarya “Jurnalisme Kesetaraan Gender, Menegakkan Keadilan Gender Dalam Pemberitaan Pers”, Yayasan KIPPAS Medan, 14 – 16 September 2001.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s