Home

cover-buku-gender.jpgBukui “Jurnalisme (Tidak) Ramah Gender” ini merupakan buku kedua yang diterbitkan oleh Yayasan KIPPAS Medan. Melalui buku ini, diperoleh gambaran bagaimana pers melakukan kekerasan untuk keduakalinya terhadap perempuan korban kekerasan (perkosaan dan pelecehan seksual). Buku ini merupakan kompilasi hasi riset KIPPAS terhadap pemberitaan peristiwa kekerasan (khususnya perkosaan) yang dialami kaum wanita pada tujuh surat kabar yang terbit di Sumatera tahun 2001.

Hasil riset memperlihatkan masih dominannya penggunaan diksi (kata) yang bersifat konotatif ketika jurnalis mengkonstruksi peristiwa perkosaan. Misalnya penggunaan eufemisme yang seringkali tidak mencerminkan fakta yang diwakilinya. Eufimisme misalnya muncul melalui diksi seperti: menggagahi, meniduri, menggauli, mencicipi, mencabuli, menodai, dintimi, dihamili, di perawani, diesek-esek, berindehoy, dibor, memaksakan kehendak, berbuat hal yang sama, ambil bagian, minta jatah, merenggut kesucian, dikerjai, lubang terlarang, diobok-obok dan metafora muncul dalam kata seperti: pagar makan tanaman, habis manis sepah dibuang, menghabisi, memetik kegadisan, menggarap, mahkota berharga, naik ke bulan dan kembang desa.  

 Untuk memperoleh buku tersebut, Anda bisa menghubungi Sekretariat Yayasan KIPPAS c.q. Sdri. Nora di telpon 061-8211810, atau mengirimkan email ke: yayasan_kippas@yahoo.com  

3 thoughts on “Jurnalisme (Tidak) Ramah Gender

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s